Masalah Keamanan Sepak Bola Indonesia


Kanjuruhan Disaster


Sepak bola Indonesia kembali berduka. Lebih dari 120 orang Suporter Aremania dinyatakan meninggal dalam tragedi Kanjuruhan disaster, Sabtu (01/10/1022) di Stadion Kanjuruhan Malang sekitar pukul 22:00 Wib.

Tragedi ini bukan yang pertama kalinya terjadi di sepak bola Indonesia, sudah berulang kali supporter club Indonesia kehilangan nyawanya hanya karena menyaksikan club idolanya, sebagai contoh tragedi Piala Indonesia tahun 2022 yg mempertemukan Persib vs Persebaya juga merenggut 2 korban dari bobotoh yang lagi lagi disebabkan oleh panitia penyelenggara dan keamanan stadion yg minim.

Penyebab utama tragedi paling buruk dalam sejarah sepak bola dunia ini, dipicu oleh supporter aremania yang tidak menerima kekalahan atas persebaya di kandang sendiri mulai melakukan kerusuhan dengan turun kelapang dan membuat kerusuhan dengan petugas yang berjaga di lapangaan.

Bentrokan pun tidak bisa dihindari, semakin banyak masa berbodong bondong turun kelapangan menyebabkan pihak keamanan stadion pun kewalahan, dan terpaksa menembakan gas air mata untuk meredan kondisi. namun sungguh di luar dugaan masa yang tadinya turun ke lapangan berbondong bondong kembali lagi ke tribun dikarenakan panik oleh gas air mata.

                                                           source : detik.com

Akibat itu banyak supporter mengalami kepanikan dan berbondong bondong keluar ke pintu keluar yg notabene nya kecil, akibat itu  banyak masa yang mulai tak sadarkan diri dikarenakan terhimpit oleh kerumunan, ada juga yang terinjak injak, dan sebagian mengalami sesak napas karena gas air mata yg sudah menutupi tribun. kejadian itu sangat mengerikan bisa anda bayangkan bagaimana kondisi dilapangan disaat semua orang berdesak desakan ingin keluar secara bersamaan di tambah dari dalam gas airmata yang banyak membuat perih mata dan sesak.

Akibatnya di ketahui sampai sekarang sudah ada 180 orang menjadi korban termasuk 2 di antaranya dari pihak kepolisian. imbas kejadian itu PSSI dan PT.LIB memutuskan memberhentikan seluruh pertandingan Liga 1 Indonesia selama sepekan. match persib vs persija yang banyak orang tunggu tunggu pun terpaksa di tunda demi kemanusiaan dan demi evaluasi semua pihak.

Kejadian seperti ini dari dulu sampai sekarang masi terus berlanjut, banyak korban korban yang niat nya mendapatkan hiburan malah harus menjadi korban dari ganasnya supporter sepak bola indonesia. oleh sebab itu Semua Pihak Harus Mengintropeksi Diri baik dari pihak keamanan dan pihak penyelenggara dan juga supporter tanah air

Keamanan yang sangat minim dan kurang serta antisipasi yang kurang matang, sering kali menjadi penyebab banyaknya korban di dunia sepak bola indonesia, seharusnya pihak keamanan dan panpel harus lebih memperketat keamanan supporter yang ingin ke stadion dengan mencetak tiket sesuai kapasitas dan mengantisipasi lebih dalam 

Pihak keamanan seharusnya tidak menembakan gas air mata tertutama kearah kerumunan karena dipastikan itu akan sangat membahayakan orang orang yang ada di tribu, sebagaimana di dalam peraturan FIFA sudah jelas di dalam Aturan FIFA STADIUM SAFETY AND SECURITY REGULATION Pasal 19 Huruf B sudah dijelaskan bahwa senjata api dan gas pengendali masa dilarang dibawa ke stadion baik oleh pihak keamanan dan pihak supporter.

Masalah ini menjadi momok menakutkan di persepakbolaan tanah air karena dari dulu sampai sekarang terus memakan korban belum ada cara yang benar benar ampuh untuk menangani kerusuhan supporter bola ini.

Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua para pencinta sepak bola tanah air, jangan sampai hal ini terus terulang ulang bahkan kabarnya FIFA mengancam akan membekukan Federasi PSSI dan semua aktivitas sepak bola selaha 8 Taun.

Saya pribadi selaku bobotoh mengucapkan bela sungkawa sedalam dalamnya atas kejadian kanjuruhan disaster di malang. Bandung (02/10/2022)


Credit
Tugas Blog Permasalahan di lingkungan 
Rajendra Aria Nismara
Nim : 11032231313
TK-46-03

Comments